Pernyataan sikap TGB.H.M Zainul Majdi di salah satu media televisi swasta nasional beberapa waktu lalu sontak saja membuat kaget dan masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat terlebih momenya berdekatan dengan akan dimulainya pendaftaran pilpres yg kurang dari sebulan lagi akan mulai di buka.
Pro kontra dikalangan masyarat pun tak terelakan dari hari ke hari suhu semakin memanas, sikap TGB yg tak lain adalah kader sekaligus ketua DPD Partai Demokrat NTB menjadi salah satu penyebabnya, serta hubungan antara partai terbesar pengusung pemerintah saat ini yaitu PDIP tidak begitu baik dengan partai Demokrat sejak pilpres 2004 lalu.
Sejauh ini sikap politik TGB masih bersifat individual sebab P.Demokrat sendiri belum menentukan sikap namun dari beberapa sinyal politik tipis harapan jika P. Demokrat akan merapat ke barisan partai pemerintah atau untuk mengusung Joko widodo di periode kedua walaupun pada Pilpres 2014 lalu menyatakan diri netral.
Saat ini para elite P. Demokrat sedang gencarnya mendorong AHY Agus Harimurti Yudoyono untuk di usung sebagai Bakal Capres atau Cawapres yg tak lain adalah putra ketua umum P.Demokrat tentu hal ini pula yg menimbulkan kegalauan, TGB merasa dikesampingkan atas sikap politik P.Demokrat yg terkesan sebagai politik dinasti.
Dari data beberapa lembaga survey elektabilitas TGB cukup tinggi dan belakangan ini santer diberitakan di media nasional sehingga di perhitungkan serta cukup potensial untuk di usung sebagai cawapres pendamping jokowi.
Dalam kalkulasi politik pengaruh TGB sebagai gubernur dua periode yg tidak terlalu signifikan dalam skala nasional sebab TGB hanya memimpin penduduk dengan jumlah pemilih yg tidak kurang dari 3,9 juta jiwa, jumlah yg sangat sedikit bila di bandingkan dengan provinsi-provinsi lain di indonesia seperti jawa, sumatra dsb.
Dalam berbagai media di beritakan pula jika saat ini P.Nasdem mulai melirik langkah politik TGB dan memberikan sinyal dukungan atas langlah tersebut, tentu ini hal amat lumrah melihat dinamika politik di tubuh P.Demokrat saat ini.
Jika benar TGB bersebrangan dengan P.Demokrat di pilpres 2019 mendatang kemungkinanya TGB bisa saja keluar dari partai terlebih beberapa bulan terakhir di beritakan TGB sudah jarang hadir dalam pertemuan partai.
Sikap dan taktik politik TGB sang Gubernur dua periode, ketua DPD Partai sekaligus Ulama muda yg kharismatik dalam bursa pilpres menarik untuk disimak dan ditonton daripada sekedar menebak-nebak !!!
