Grup Djarum Ambil Alih Narasi, Media Besutan Najwa Shihab

Foto Instagran @najwashihab


LASNEWS.ID, JAKARTA - Perubahan kendali di balik Narasi memperlihatkan bagaimana bisnis media digital Indonesia semakin dekat dengan jaringan modal besar. 

Grup Djarum kini mengambil alih PT Narasi Citra Sahwahita melalui PT Global Digital International (GDI), menempatkan perusahaan media yang didirikan Najwa Shihab dan dua pendiri lainnya ke dalam ekosistem investasi Grup Djarum.

Pengambilalihan tersebut telah mendapat persetujuan seluruh pemegang saham PT Narasi Citra Sahwahita. Perubahan pengendali juga telah disetujui dan diberitahukan kepada Menteri Hukum Republik Indonesia pada 2 September 2026.

Informasi mengenai transaksi tersebut diumumkan kepada publik pada Selasa, 8 September 2026. Namun, perusahaan tidak mengungkap nilai akuisisi maupun rincian komposisi kepemilikan setelah perubahan pengendali.

Dari Investor Awal Jadi Pengendali

Masuknya Grup Djarum ke Narasi sebenarnya bukan cerita yang dimulai pada 2026. Jejak investasinya sudah terbentuk sejak media tersebut berdiri pada 2018. 

PT Global Digital International berada di bawah GDP Venture, jaringan modal ventura yang terafiliasi dengan Grup Djarum. GDI sebelumnya juga menjalankan investasi pada perusahaan-perusahaan digital dan media, termasuk Kumparan.

Narasi sendiri berdiri pada 2018 dan didirikan oleh Dahlia Citra, Najwa Shihab, serta Catharina Davy. Setahun setelah berdiri, perusahaan tersebut tercatat dan diverifikasi Dewan Pers pada 29 November 2019.

Pada fase awal pertumbuhan Narasi, Grup Djarum masuk sebagai salah satu investor. Investasi tersebut membuat hubungan antara Narasi dan ekosistem bisnis digital Djarum telah terbentuk jauh sebelum pengambilalihan kendali diumumkan pada September 2026.

Utang Berubah Menjadi Saham

Perubahan posisi Grup Djarum di Narasi juga berkaitan dengan skema pendanaan yang berlangsung setelah investasi awal.

GDI memberikan pendanaan berbentuk utang kepada Narasi pada 2021 untuk mendukung ekspansi perusahaan. Utang tersebut kemudian dikonversi menjadi saham sehingga memperbesar kepentingan Grup Djarum di perusahaan media tersebut.

Dalam RUPS pada 29 Desember 2025, pemegang saham Narasi menyetujui mekanisme konversi hak tagih menjadi setoran saham. Berdasarkan skema tersebut, nilai Rp28 juta dikonversi menjadi 28 saham Seri D.

Langkah itu menjadi bagian dari rangkaian perubahan struktur modal yang kemudian mengantarkan GDI menuju posisi pengendali.

Dengan demikian, pengambilalihan pada 2026 tidak berdiri sebagai transaksi yang muncul tiba-tiba. Perubahan kendali tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan investasi yang telah berjalan sejak fase awal Narasi.

Narasi Masuk ke Portofolio Media Djarum

Pengambilalihan Narasi memperluas jejak Grup Djarum di industri media digital. Sebelumnya, GDI juga digunakan sebagai kendaraan investasi untuk masuk ke Kumparan.

Pola tersebut menunjukkan bahwa investasi Grup Djarum di sektor digital tidak hanya menyasar perusahaan teknologi, tetapi juga bisnis yang memiliki basis audiens dan distribusi konten digital.

Bagi Narasi, perubahan pengendali membuka akses terhadap sumber daya finansial dan jaringan bisnis yang lebih besar. Ekosistem investasi Grup Djarum dapat menjadi modal untuk memperluas produk digital, teknologi, distribusi konten, serta model bisnis media.

Di sisi lain, perubahan kepemilikan membuat arah Narasi setelah akuisisi menjadi perhatian. Narasi selama ini membangun identitas sebagai media digital dengan program jurnalistik dan konten yang banyak mengangkat isu publik, politik, pemerintahan, hingga persoalan sosial.

Perubahan pemilik tidak dengan sendirinya membuktikan adanya perubahan kebijakan editorial. Namun, masuknya pengendali baru membuat bagaimana Narasi mempertahankan karakter medianya menjadi salah satu hal yang akan diperhatikan publik.

Nilai Transaksi Masih Menjadi Tanda Tanya

Satu bagian penting dari aksi korporasi ini belum terbuka ke publik, yakni nilai transaksi dan struktur kepemilikan baru secara rinci.

Dokumen pengambilalihan memastikan perpindahan kendali kepada GDI, tetapi tidak mencantumkan berapa nilai yang dikeluarkan Grup Djarum maupun persentase saham yang berpindah tangan.

Karena itu, ukuran investasi Grup Djarum untuk menguasai Narasi belum dapat diketahui secara pasti.

Yang sudah jelas, pengambilalihan ini menandai perubahan penting dalam peta kepemilikan media digital Indonesia. Narasi yang lahir sebagai perusahaan rintisan media pada 2018 kini berada di bawah kendali jaringan investasi Grup Djarum.

Perjalanan dari investor awal, pemberian pendanaan, konversi utang menjadi saham, hingga akhirnya mengambil alih kendali membuat transaksi Narasi menjadi lebih dari sekadar pergantian pemegang saham.
Aksi tersebut menunjukkan bagaimana modal ventura dapat berkembang dari posisi investor menjadi pengendali perusahaan media digital. 

Sumber : Herald.ID

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama