Chusul Chotimah Respon Rustam Efendi : Ternyata Bukan Saya Saja Yang Nilai Jokowi Sen Kanan Belok Kiri


LASNEWS.ID, JAKARTA - Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah, ikut merespons pernyataan aktivis 98 Rustam Effendi yang sebelumnya menguliti Presiden ke-7 RI Jokowi.

Chusnul menyinggung penilaiannya selama ini terhadap Jokowi. Ia mengaku melihat kritik serupa kini juga disampaikan oleh orang lain.
Chusnul: Lengkap Juga Ya?

Blak-blakan, Chusnul bicara berbagai penilaian keras yang dilontarkan Rustam terhadap Jokowi.
Ia pun menyebut dirinya bukan satu-satunya pihak yang selama ini memiliki penilaian negatif terhadap mantan Presiden RI tersebut.

"Lengkap juga ya? Ternyata bukan saya aja yang nilai Jokowi sen kanan belok kiri," ujar Chusnul, dikutip fajar.co.id, Minggu (6/9/2026).

Chusnul kemudian merangkum sejumlah tudingan yang disebut-sebut disampaikan aktivis tersebut terhadap Jokowi.
"Aktivis (bilang) Jokowi penipu, pembohong, p3mbunuh," tukasnya.
Sebelumnya, Aktivis 98, Rustam Effendi, melontarkan pernyataan kontroversial dengan menuding balik Presiden ke-7 Jokowi sebagai 'pembunuh' yang sebenarnya.
Hal tersebut diungkapkan Rustam saat merespons Jokowi yang sebelumnya menyebut bahwa meskipun memiliki kesaktian, seseorang tidak boleh menjatuhkan atau membunuh.

"Seolah-olah kan kayak dia orang bener gitu, kan. Jadi penguasa kalau berkuasa tidak boleh menekan, membunuh. Padahal dia kan pembunuh yang banyak," ujar Rustam, dikutip fajar.co.id, Minggu (6/9/2026).
Ia menyebut ribuan orang meninggal di era kepemimpinan Jokowi, mulai dari tragedi Kanjuruhan, KPPS, hingga peristiwa KM 50 dan Bawaslu. 

"KM 50, Bang, Bawaslu, Kanjuruhan, KPPS, ribuan yang dibunuh, Bang. Tapi dengan seolah-olah dia orang bersih, orang baik, berani ngomong begitu, Bang," tukasnya.
Rustam juga menekankan bahwa Jokowi sebagai pembohong besar atas sejumlah program yang dinilainya hanya janji manis.

Rustam menegaskan bahwa sejak era kepemimpinan Jokowi, banyak orang meninggal dan aktivis ditangkap.

Ia menyebut rezim Jokowi telah melakukan penindasan terhadap berbagai pihak, termasuk anak Soekarno yang juga ditangkap.

"Oh iya, Bang. Semenjak rezim Jokowi, kita tahu, Bang, berapa banyak orang yang meninggal. Dan berapa banyak aktivis yang ditangkap-tangkap, gitu kan, Bang? Termasuk juga anak Soekarno ditangkap juga," Rustam menuturkan. 
BacaBerita Politik

"Ini kan luar biasa orang ini. Tapi seolah-olah hari ini merasa orang yang paling bersih, bicaranya seolah-olah seorang negarawan, padahal kan pembohong orang ini, Bang. Penipu, pembunuh!," tambahnya.
Sebut Jokowi Pembohong Besar
Rustam juga menuding sejumlah program Jokowi yang dinilainya sebagai kebohongan, mulai dari IKN, kereta cepat, hingga mobil Esemka.

Pembohongan apa yang enggak dibohongin dari Jokowi, Bang? IKN, kereta cepat, Esemka, kan pembohongan juga. Luar biasa orang ini. Makanya kami aktivis, nasional maupun daerah, berupaya sepakat untuk menghilangkan dinasti Jokowi," kuncinya.

Sumber : Fajar.Co.Id

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama