Kecerobohan pemerintahan Prabowo Subianto adalah bersikukuh memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan dan merelakan harga BBM melambung tinggi, terutama BBM jenis Pertamax (RON 92). Kenaikkan harga BBM jenis pertamax membuat masyarakat ekonomi kelas menengah beralih menggunakan BBM bersubsidi.
Imbasnya terjadi kelangkaan BBM bersubsidi, antrian panjang di SPBU mengular hingga ke badan jalan, pedagang bensin eceran yang membawa jerigen menambah sesaknya antrian, bahkan mereka telah menunggu berjam-jam sebelum suplai BBM dari pertamina tiba di SPBU. Hal ini pula yang menyebabkan harga BBM ditingkat pedagang eceran melambung tinggi, hingga menyentuh harga 15.000 per botol.
Ironis! Pemerintah justru mementingkan kepentingan politik diatas kepentingan rakyat. Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM nenimbulkan kerugian tidak hanya berupa materiil namun juga immaterill yang harus ditanggung rakyat. Untuk menjaga eskalasi massa, pemerintah dengan bangga mengatakan BBM bersubdi tidak naik, mereka berdusta! Secara matematis pemerintah telah menaikan harga BBM subsidi sejak bulan juni lalu, namun beban kenaikannya dialihkan ke BBM non-subsidi Jenis Pertamax (RON 92).
Pemerintah memainkan tipu muslihat, kerugian negara akibat dari peralihan subsidi tersebut nantinya juga dibebankan kembali pada rakyat. salah satunya dengan membatasi pasokan BBM bersubsidi, pada akhirnya rakyat dipaksa menggunakan BBM non-subsidi. Penguasa hari ini bekerja diatas kepentingan kelompok dan golongan mereka, kepentingan rakyat hanyalah hologram, perdebatan- perdebatan sengit yang tidak substansial dipertontonkan diruang publik untuk memainkan psikologis rakyat.
Kenaikan harga BBM serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ibarat balon gas helium yang terbang tanpa arah dan jatuh ketika gasnya habis. Dalam catatan sejarah, nilai tukar rupiah dan BBM sekali naik tidak akan pernah turun terkecuali pemerintah legowo merelakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan anggaran fantastis dan menjadi sarang bagi koruptor dihentikan, anggaranya dialihkan untuk subsidi BBM secara penuh demi menstabilkan harga barang guna menjaga daya beli masyarakat.
BBM merupakan bagian vital dari pergerakan roda ekonomi masyarakat, kenaikan harga BBM sangat berimbas pada kenaikan biaya operasional yang menyebabkan harga bahan pokok, bahan baku produksi melambung tinggi. Kita tentu sering mendengar celotehan masyarakat terkhusus emak-emak "hari ini uang sulit didapat namun ketika ada, begitu mudah habis". bayangkan saja, nomial uang terbesar Rp100.000 nilainya terasa makin kecil akibat inflasi.
Bank Indonesia merilis data inflasi pada semester satu masih tinggi, namun pemerintah melalui menteri ekonomi mengatakan bahwa tingkat inflasi Indonesia sepanjang tahun 2026 masih berada dalam tingkat yang terkendali.
