![]() |
| Ilustrasi : Warna warni bendera partai politik |
LASNEWS.ID, JAKARTA - Poltracking Indonesia merilis hasil survei mengenai elektabilitas partai politik. Survei menunjukkan hanya lima partai politik dari 18 parpol peserta Pemilu 2024 yang lolos menempatkan wakilnya di DPR jika parliamentary threshold ditetapkan sebesar 5% dalam RUU Pemilu.
Dalam survei itu, responden ditanya mengenai pilihan partai politik atau caleg DPR dari parpol mana yang akan dipilih jika saat ini datang ke TPS dan berada di bilik suara. Hasilnya, Partai Gerindra menjadi parpol dengan elektabilitas tertinggi dengan 23,2%. Selanjutnya, PDIP berada di urutan kedua dengan 11,6% dan Partai Golkar 10,4%.
"Ini merupakan tiga partai politik yang teratas pada pengukuran kita pada periode survei kita. Gerindra di angka 23,2% PDIP di 11,6% Golkar di angka 10,4%," kata peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro dikutip Kamis (24/9/2026).
Baca juga : Denny Indrayana Ungkap Alasan Gugat Syarat Pendidikan Gibran : Bukan Sekedar Soal Ijazah
Sementara itu, elektabilitas Partai PKB berada di angka 6,2% dan Partai Demokrat (6,1%). Sementara itu, tiga parpol parlemen lainnya, yakni Partai Nasdem, PAN, dan PKS terancam gagal lolos parlemen jika DPR dan pemerintah nantinya memutuskan ambang batas parlemen sebesar 5%. Hal ini lantaran elektabilitas Partai Nasdem berdasarkan survei Poltracking sebesar 4,4%, PAN (3,4%), dan PKS (3,3%).
Bahkan, dengan ambang batas parlemen saat ini sebesar 4%, PAN dan PKS terancam gagal lolos parlemen jika melihat hasil survei Poltracking tersebut.
Sementara itu, elektabilitas PSI berada di angka 2,3% dan PPP 1,9%, serta partai lainnya di bawah 1%.
Meski demikian, Yoki menekankan, elektabilitas tersebut merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan Poltracking pada pertengahan Agustus 2026. Untuk itu, berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik.
Survei ini dilakukan Poltracking Indonesia pada 14-20 Agustus 2026 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Dalam survei ini, Poltracking juga menyoroti mengenai pengetahuan masyarakat mengenai parliamentary threshold. Berdasarkan survei itu terungkap mayoritas masyarakat, yakni 64,7% responden tidak mengetahui mengenai ambang batas parlemen saat ini sebesar 4%. Sementara dari 17,7% responden yang mengenai PT 4%, sebanyak 49% responden menilai aturan itu sudah tepat. Terdapat 14,8% responden yang menilai ambang batas parlemen lebih tepat di atas 7% dan sisanya, yakni 7,6% menilai PT 6% lebih tepat.
Dalam paparannya, Yoki juga membacakan pertanyaan yang disodorkan kepada responden.
Baca juga : Dian Sandi Utama Gagas Jokowi Institut, Ajak Netizen Bergabung
"Jika Bapak/Ibu/Saudara saat ini datang ke TPS dan berada di dalam bilik suara, partai politik atau caleg (calon legislatif) DPR RI dari partai politik apa yang akan dipilih?" ujar Yoki.
Yoki menyoroti posisi nomor wahid yang diduduki Partai Gerindra. Elektabilitas partai berlogo kepala burung Garuda itu sebesar 23,2 persen.
"Partai Gerindra dengan elektabilitas 23,2 persen, masih unggul dibanding partai-partai lainnya yang mendukung pemerintahan saat ini," sebutnya.
