LASNEWS.ID, LOMBOK TENGAH - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanak Awu berakhir ricuh, massa dari kubu calon nomor urut satu yang juga merupakan petahana, Lalu Wisnu Wardana datang melakukan aksi demonstrasi hingga merusak fasilitas kantor desa setempat. Kamis, (29/10/2026).
Kericuhan dipicu oleh kekecewaan warga atas hasil Pilkades. Mereka mengklaim telah terjadi indikasi penyelewengan terhadap surat suara.
Salah seorang massa aksi yang tak mau disebutkan namanya menceritakan, awalnya mereka datang untuk mempertanyakan kejelasan pada panitia atas indikasi penyelewengan yang mereka temukan didalam pelaksanaan Pilkades.
Namun, situasi kemudian memanas hingga berujung pada perusakan beberapa fasilitas seperti pintu dan kaca jendela. Beberapa surat suara pun terlihat berceceran dihalaman Kantor Desa.
"Awalnya kami datang untuk meminta penjelasan dari panitia pilkades menurut saksi nomor urut satu bahwa telah terjadi penyelewengan dan penggelembungan surat suara." katanya.
Aparat keamanan diterjunkan ke lokasi dipimpin langsung oleh Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Haryanto dan dibantu pasukan TNI langsung turun kelokasi guna meredam amarah warga.
Tim pemenangan kubu Lalu Wisnu Wardana dalam orasinya menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima kekalahan yang dilakukan secara terhormat, bukan karena dicurangi, Ia juga menyampaikan satu poin dari tuntutannya, yakni mengadakan pemilihan ulang.
"Hanya satu kemelek (kemauan) adakan pemilihan ulang." tegasnya.
Baca juga: Polresta Lombok Tengah Terjunkan 1.112 Personil Gabungan TNI-Polri Amankan Pilkades Serentak
Setelah menyampaikan kekecewaannya, ia pun lantas mengajak warga untuk pulang bersama dan menutup gerbang kantor desa.
"Sekarang kita pulang ke markas, dan tutup akan tutup gerbang itu." pungkasnya.