Gubernur NTT Apresiasi Gerak Cepat NTB Bantu Korban Gempa M7,7, Relawan Terima Penghargaan

Gubernur NTB, Gubernur NTT dan Para Relawan kemanusiaan KR-BNN NTB


LASNEWS.ID, MATARAM - Silaturahmi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT E. Melkiades Laka Lena bersama ratusan relawan yang tergabung dalam KR-BNN NTB dalam misi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pertemuan tersebut berlangsung di pendopo Gubernur NTB, Sabtu 10 Oktober 2026 dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada para relawan kemanusiaan yang telah menyelesaikan tugasnya.

Gubernur NTT E. Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi NTB yang mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak.

Baca juga : Gerai Kerajinan Bale Kita Hadi di Bandara Bizam

Bagi Melki , kehadiran relawan bukan sekadar bantuan fisik, melainkan juga penguat harapan bagi masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kehadiran Bapak dan Ibu bukan hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan kekuatan emosional bagi masyarakat kami. Mereka merasa tidak sendirian, merasa diperhatikan, dan merasa bahwa masih banyak saudara yang peduli terhadap keadaan mereka,” ungkapnya.

Makna itu tercermin dalam ungkapan, “Tertusuk padaku, berdarah padamu.” Sebuah pesan bahwa penderitaan saudara tidak boleh menjadi sesuatu yang hanya disaksikan dari kejauhan. Ketika satu daerah berduka, daerah lain terpanggil untuk hadir, mengulurkan tangan, dan ikut menguatkan.

Sementara itu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya menegaskan bahwa pengiriman tim kemanusiaan merupakan wujud kepedulian yang berangkat dari pengalaman NTB menghadapi gempa Lombok.

Bencana mengajarkan bahwa setelah guncangan berlalu, masyarakat masih harus menghadapi ketakutan, kehilangan rasa aman, dan perjuangan panjang untuk memulihkan kehidupan.

Baca juga: Tim Jatanras Polda NTB Ringkus Terduga Pelaku Pencurian Dengan Pemerasan WNA Prancis

“Ketika NTT mengalami musibah, kita tidak melihatnya sebagai persoalan daerah lain. Kita melihat saudara-saudara kita sedang menghadapi kesulitan yang pernah kita rasakan. Karena itu, kita tidak cukup hanya menyampaikan belasungkawa. Kita harus hadir, membantu, dan memastikan mereka tidak menghadapi penderitaan itu sendirian,” ujarnya.

Menurutnya, solidaritas harus berjalan seiring dengan kesiapsiagaan. Pengalaman misi kemanusiaan di NTT menjadi pembelajaran untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, dan dukungan logistik agar penanganan bencana ke depan berlangsung lebih cepat, terarah, dan efektif.


Lebih baru Lebih lama