Hari ini bendera setengah tiang kembali berkibar di Kampoeng "Zona Merah" tanda berkabung, hampir setiap tahun pengibaran bendera setengah tiang di Kampoeng "zona merah" terjadi akibat dari orang yang kalian anggap sampah masyarakat diangkut karna digadaikan.
Namun adakah yang dapat menjabarkan hasil kongkrit atau keuntungan kelompok masyarakat yang membantu pemerintah Kampoeng dari tukar gadai orang yang kalian benci dan anggap sebagai sampah masyarakat tersebut?
Sungguh Miris nan malang masyarakat justru turut membantu bahkan memberi acungan 👍👍 dan dianggap sebagai suatu keberhasilan pemerintah Kampoeng dalam membersihkan sampah- sampah masyarakat.
Sedangkan dalam tatanan-nya definisi dari sampah masyarakat pada umumnya adalah "Pengangguran" Dalam bahasa gaulnya Pengacara (Pengangguran Banyak Acara) tak terkecuali bagi mereka lulusan perguruan tinggi sekalipun.
Dalam rumusan matematika hanya bernilai tak lebih dari nol.
1 X 0=0 | Sampah X sampah = sampah | 1 X Angkut = Sampah....Next
Artinya sampah yang tidak daur ulang tak akan menghasilkan apapun malah akan menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sarang penyakit.
Saya tidak sedang berkompromi kepada pelanggar hukum namun seorang sampah masyarakat yang nakjis sekalipun dalam hal ini pemerintah Kampoeng wajib bertindak meberikan pendampingan bukan malah sebaliknya menggadaikan demi sebuah obsesi.
Pernahkah kalian coba menyadari bahwa dari punggung orang yang kalian gadaikan karna dianggap sampah masyarakat ada sederet hati yang terluka dan menangis bahkan ada nyawa yang tak berdosa sedang membutuhkan kasih sayang turut kalian siksa.
Pernahkah kita mengulurkan tangan untuk mereka yang ditinggalkan?
Pernahkan kita menengok dan melihat mereka yang tulang punggungnya kalian buang dan lempar dibalik jeruji itu?
Catatan:
Menggadaikan masyarakat-nya sendiri bukanlah solusi malah menimbulkan abrasi, mari berdiskusi dan berevolusi agar tragedi pengibaran bendera setengah tiang dikampung zona merah tak terjadi kepada generasi berikutnya.
