![]() |
| Ketua Umum Projo Budie Arie |
LASNEWS.ID, JAKARTA - Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki sejumlah kemampuan yang diwarisi dari ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo, Namun, Budi Arie menegaskan Gibran bukan salinan Jokowi.
Menurut Budi Arie, salah satu kemampuan yang terlihat pada Gibran adalah cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Kemampuan tersebut dinilainya memiliki kemiripan dengan Jokowi, yang selama ini kerap berkomunikasi langsung dengan masyarakat dalam berbagai kunjungan kerja.
"Gibran itu mewarisi beberapa kemampuan Pak Jokowi,” kata Budi Arie dalam podcast Hendri Satrio Official
Meski memiliki sejumlah kemiripan, Budi Arie mengatakan karakter Gibran dan Jokowi tetap berbeda. Perbedaan generasi, pengalaman, serta perjalanan politik membuat keduanya memiliki cara masing-masing dalam menjalankan peran politik dan pemerintahan.
"Gibran dan Pak Jokowi itu ada bedanya,” ujar dia.
Budi Arie mengatakan Gibran tidak perlu menjadi sosok yang persis sama dengan Jokowi. Menurut dia, setiap pemimpin memiliki karakter, pengalaman, dan pendekatan yang berbeda dalam menghadapi persoalan.
Latar belakang generasi juga menjadi faktor yang membedakan cara Gibran dan Jokowi berkomunikasi maupun merespons masalah.
Bagi Budi Arie, kemampuan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari kemiripannya dengan pendahulu atau anggota keluarganya. Yang lebih penting adalah bagaimana pemimpin tersebut menjalankan tanggung jawab yang diembannya.
Gibran saat ini menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman Gibran di pemerintahan pun masih akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Pandangan Budi Arie mengenai kemampuan Gibran dalam berinteraksi dengan masyarakat muncul ketika aksi Wakil Presiden menemui anak-anak yang menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian.
Gibran mengunjungi RS Efarina Etaham dan RS Umum Amanda Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Jumat, 11 September 2026. Ia menemui pasien dan keluarga untuk mendengarkan langsung keluhan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan medis.
