Jokowi Yakin PSI Bisa Jadi Partai Besar: Jangan Takut dengan Parliamentary Threshold

Jokowi pamer KTA PSI


LASNEWS.ID, JAKARTA - Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu meyakini potensinya untuk berkembang menjadi partai besar.

Menurutnya, keberadaan PSI sebagai partai baru tidak lantas membuat partai berlambang gajah tersebut tidak diperhitungkan.

Ia bahkan menyebut sudah ada pihak yang merasa khawatir terhadap perkembangan PSI. Jokowi meminta kader memiliki keyakinan PSI akan berkembang menjadi partai besar.

Baca juga : Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK, Adi Prayitno : Yang Membela Hanya PSI dan Relawan Jokowi

"Wong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar," katanya.

Jokowi juga menyinggung parliamentary threshold atau ambang batas parlemen.

Jokiwi mengatakan berapa pun besaran ambang batas parlemen yang ditetapkan, fokus utama PSI harus tetap pada kerja organisasi.

"Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah," tegasnya.

Menurut Jokowi, hal terpenting adalah kerja keras kader serta keberadaan struktur partai yang aktif. Ia menekankan struktur PSI harus benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat.

Baca juga : Denny Indrayana Sebut Prabowo Tak Bisa Didiskualifikasi Jika Gibran Terbukti Melanggar

"Asal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja," kata Jokowi.

Jokowi pun meminta seluruh kader PSI memiliki keyakinan terhadap target partai. Ia mengatakan target PSI tidak seharusnya berhenti pada sekadar memperoleh kursi di parlemen.

Lebih baru Lebih lama