![]() |
| Wamendagri Ribka Haluk |
LASNEWS.ID, JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai tidak terima dengan klarifikasi yang disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk. Hal itu terkait dengan kabar rencana pendefinisian ulang Orang Asli Papua (OAP) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pigai pun merespons penjelasan Ribka melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Jumat (11/9/2026). Dalam video tersebut, Ribka memang melabeli pernyataan Pigai sebagai hoaks.
Dia pun meminta OAP tidak terprovokasi atas berbagai pernyataan yang mengandung informasi tidak benar.
"Boleh saya katakan itu hoax, itu hoax. Sehingga kami secara resmi menyatakan bahwa tidak ada rencana Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan perubahan tentang definisi Orang Asli Papua," ucap Ribka.
Baca juga : Berselisih di Medsos : Natalius Pigai Sebut Kemendagri Hoax Soal Difinisi Orang Asli Papua
Tidak terima dengan penjelasan Ribka, Pigai pun 'mengamuk' melalui akun X miliknya. Dalam status terbarunya di X, ia tidak terima dituduh menyebarkan hoaks. Mantan komisioner Komnas HAM itu balik menuduh ada pihak-pihak di Kemendagri yang bekerja tidak profesional.
"Kemendagri menuduh saya HOAX padahal dengan baca undangan ini mereka yang justru HOAX. Kasihan pejabat kita di negara ini. Saya sarankan perbaiki kualitas diri sebagai orang yang kredibel, orang yang jujur dan bersih dan kompeten agar dihormati rakyat Indonesia," tulis pigai dalam postingannya di X Sabtu (12/9/2026).
Atas ribut-ribut tersebut, Pigai mengaku, dikontak oleh Mendagri M Tito Karnavian. Dia pun mendapatkan penjelasan lebih detail dari Mendagri tentang rencana pendefinisian OAP. Kini, ia menganggap masalah itu sudah jelas.
Saya baru terima penjelasan utuh dari Bapak Mendagri Prof Dr. Tito Karnavian MA. Terima kasih Pak Menteri. Istilah Orang Asli Papua (OAP) yang dimaksud Kemendagri adalah untuk menjelaskan lebih konkret bagi penerima dana Otsus. Jadi clear!" ucap Pigai.
Dia menyebut, kabar Kemendagri melakukan definisi ulang OAP tidak sepenuhnya pas. Kini, Pigai merasa tenang setelah mendapatkan informasi secara lengkap dari Mendagri.
"Mispersepsi hanya frasa 'definisi'. Saya punya pengetahuan luas soal ini di Jerman, Afrika Selatan, Turki Otoman dan Armenia, USA bahkan bubarnya Uni Soviet dipicu hal yang sensitif ini. Untuk masa yang akan datang kita jaga hal sensitif yang mengganggu kebinekaan bangsa. Kita debat antarmenteri tetapi demi masa depan Indonesia. Terima Kasih sekali lagi Pak Mendagri. Clear," kata Pigai.
