Polresta Lombok Tengah Periksa Pengelola SPPG Imbas Dugaan Keracunan MBG

Polresta Lombok Tengah Periksa Pengelola SPPG Imbas Dugaan Keracunan MBG

Satgas MBG NTB turun mengecek SPPG

LASNEWS.ID, LOMBOK TENGAH - Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami 352 murid dari lima sekolah di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai ditindaklanjuti kepolisian. 

Polresta Lombok Tengah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu.

Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Hariyanto, mengatakan tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi dapur SPPG. Polisi juga memanggil Kepala SPPG, Kepala Dapur, dan Kepala Yayasan untuk dimintai keterangan.

“Tim Inafis sudah kesana lakukan olah TKP, tinggal tunggu informasinya. (Konsekuensi hukum), kita lihat hasilnya dulu,” jelasnya.

Selain melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah pihak, sampel makanan yang dikonsumsi para murid telah dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram untuk menjalani uji laboratorium.

Kapolres mengatakan, pihaknya belum dapat menyampaikan langkah hukum selanjutnya karena masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Masih tunggu ya,” tegasnya.

Kepolisian bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga mendesak seluruh pengelola SPPG memperketat standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kapolresta memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Terima kasih kepada pihak Puskesmas yang telah sigap dalam menangani para korban. Terutama para perawat yang ada di Puskesmas,” ucapnya.

Kasus keracunan massal tersebut terjadi setelah 352 murid dari lima sekolah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026). Para murid mengalami sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, muntah, nyeri perut hingga lemas.

Para murid berasal dari SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTs Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik.

Data hingga pukul 17.00 WITA mencatat para korban ditangani di empat puskesmas. Rinciannya, Puskesmas Pringgarata sebanyak 144 murid, Puskesmas Aik Darek 124 murid, Puskesmas Mantang 67 murid, dan Puskesmas Bagu 17 murid.

Sebagian besar pasien dilaporkan telah membaik dan berangsur pulang setelah mendapat perawatan medis.

Di Puskesmas Pringgarata, sejumlah murid mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WITA dengan keluhan tersebut. 

Dokter penanggung jawab Puskesmas Pringgarata, dr Dessy Jumianita, mengatakan tidak ada korban dalam kondisi parah.

Murid yang telah menjalani observasi selama tiga jam dan tidak lagi mengalami keluhan diperbolehkan pulang. Dalam proses observasi, pasien dibagi di Puskesmas dan Kantor Camat Pringgarata.

“Yang gejalanya ringan kami pindahkan ke Kantor Camat, agar tidak terlalu ramai di sini,” tambahnya.

Makanan MBG tersebut disuplai SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang.

Menu yang dibagikan berupa kulit kebab, daging ayam filet, stik tempe, timun, selada, dan buah salak. Menu tersebut diolah menjadi makanan kebab.

Makanan diantarkan ke sejumlah sekolah sekitar pukul 08.15 WITA dan dibagikan sekitar pukul 09.00 WITA. Keluhan mulai dirasakan penerima manfaat pada rentang pukul 09.10 WITA hingga pukul 12.15 WITA.



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama