![]() |
| Pegiat media sosial Arif Wicaksono (Foto:AI) |
Arif menilai, penghematan besar harus dimulai dari menyasar pejabat tinggi negara, bukan malah membebani rakyat.
"Penghematan besar harus dimulai dari atas, bukan membebani rakyat." kata Arif melalui akun X pribadinya, Selasa (27/10/2026).
Baca juga: Sentil Dian Sandi Saksi Kasus Ijazah, Dokter Tifa: Mesin Blender Sudah Saya Siapkan
Menurutnya, dengan mengurangi kabinet gemuk Prabowo saat ini serta memangkas dana operasional para anggota parlemen menjadi langkah strategis guna merealisasikan dalam upaya penyelamatan anggaran negara.
"Rampingkan kabinet, kurangi jabatan yang tak esensial, pangkas dana operasional menteri serta anggota DPR/DPRD, dan efisienkan anggaran perjalanan serta jamuan." ujarnya.
Arif menambahkan, Presiden Prabowo sebagai pemimpin tertinggi dan pemangku kebijakan harus menyerukan penghematan yang dimulai dari para pejabat tinggi negara, sebab mereka adalah tauladan bagi rakyatnya.
"Negara berhemat, pejabat harus memberi teladan." tambahnya.
Baca juga: Dapat Contoh Transkip Nilai UTS Insearch, Denny Indrayana: Balik Kanan Lanjutkan Juang di Tanah Air
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana penghematan besar-besaran di tengah gejolak geopolitik global.
Hal itu diungkapkan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Negara, Rabu (21/10/2026).
